Dampak APBN terhadap Perekonomian

Portal PBJ - Informasi Terbaru dibidang Pengadaan Barang dan Jasa, Update sekarang mengenai Dampak APBN terhadap Perekonomian, Semoga sukses Para Ahli Pengadaan Nasional Sekalian. 

Dampak APBN terhadap Perekonomian
Ada beberapa cara untuk menggolongkan pos-pos penerimaan dan pengeluaran yang masing-masing menghasilkan tolok ukur yang berbeda mengenai dampak APBN nya. Tergantung pada tujuan analisa , suatu tolok ukur mungkin lebih cocok dari tolok ukur yang lain. Ada empat tolok ukur dampak APBN, yaitu : saldo anggaran keseluruhan konsep nilai bersih,defisit domestik dan defisit moneter (Anne Booth dan Peter McCawley, 1990).
1.      a. Saldo Anggaran Keseluruhan
·         Konsep ini ingin mengukur besarnya pinjaman bersih pemerintah dan didefinisikan sebagai :
G – T – B = Bn + Bb + Bf ………………………… (1)
Catatan :
Ø  G   =  Seluruh pembelian barang dan jasa (didalam maupun luar negeri), pembayaran transer dan pemberian pinjaman bersih.
Ø  T    =   Seluruh penerimaan, termasuk penerimaan pajak dan bukan pajak
Ø  B    =   Pinjaman total pemerintah
Ø  Bn  =   Pinjaman pemerintah dari masyarakat di luar sektor perbankan
Ø  Bb  =   Pinjaman pemerintah dari sektor perbankan
Ø  Bf   =   Pinjaman pemerintah dari luar negeri
·         Jika Pemerintah tidak mengeluarkan obligasi kepada masyarakat, maka saldo anggaran keseluruhan menjadi :
– T – B = Bb + Bf ……………………………………… (2)

·         APBN dicatat demikian rupa sehingga menjadi anggaran berimbang  :
G – T – B = 0 ……………………………………… (3)

·         Sejak APBN 2000 saldo anggaran keseluruhan defisit dibiayai melalui:
-         Pembiayaan Dalam Negeri :
·         Perbankan Dalam Negeri
·         Non Perbankan Dalam Negeri
-         Pembiayaan Luar Negeri Bersih
·         Penarikan pinjaman luar negeri (bruto)
·         Pembayaran cicilan pokok utang luar negeri


1.      b. Konsep Nilai Bersih

·         Yang dimaksud defisit menurut konsep nilai bersih adalah saldo dalam rekening lancar APBN. Konsep ini digunakan untuk mengukur besarnya tabungan yang diciptakan oleh sektor pemerintah, sehingga diketahui besarnya sumbangan sektor pemerintah terhadap pembentukan modal masyarakat.

·         Peningkatan tabungan pemerintah penting bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya pembangunan (utang) dari luar negeri. Namun kelemahan konsep ini hanya mengukur pembentukan modal pemerintah berupa penambahan jumlah aktiva fisik (dalam pos “pengeluaran Pembangunan”), tidak memperhitungkan pembentukan modal manusiawi (dalam pos “pengeluaran Rutin”) seperti gaji guru, dokter, dan lain-lain pengeluaran lancar.

1.      c. Defisit  Domestik

·         Saldo anggaran keseluruhan tidak merupakan tolok ukur yang tepat bagi dampak APBN terhadap pereknomian dalam negeri maupun erhadap neraca pembayaran. Anne Booth mengemukakan perlunya dippisahkan dua dampak APBN yang berbeda terhadap permintaan agregat (G – T), yaitu pengaruhnya terhadap GDP dan pengaruhnya terhadap neraca pembayaran.

·         Bila G dan T dipecah menjadi dua bagian (dalam negeri dan luar negeri)

§      G = Gd + Gf
§      T = Td Tf, maka persamaan (2) di atas menjadi
§      (Gd – Td) + (Gf – Tf) = + Bf
§      (Gd – Td)  = dampak langsung putaran pertama terhadap PDB
§      (Gf – Tf)     =  dampak langsaung putaran pertama terhadap neraca pembayaran (Anne Booth dan Peter McCawley, 1990)

·         Sedangkan uraian orientasi domestik dan orientasi domestik dan orientasi luar negeri dengan persamaan anggaran berimbang sebagai berikut ;

§      G = R …………….(1)    
§      G = Gf + Gd ……..(2)  
§      Gd – Rd = Rf – Gf ………….(5)
§      R = Rf + Rd ………(3)    
§      Gd Gf + Gd = Rf + Rd ………….(4)
§      Gd = G – Gf …………(6)
§      Rd = R – Rf ………….(7)

Keterangan :
§  G = total pengeluaran, R = Total penerimaan
§  Gf = bunga/cicilan utang luar negeri + lainnya
§  Gd = pengeluaran rutin murni + pengeluaran pembangunan
§  Rf = penerimaan migas + penerimaan pembangunan (utang luar negeri)
§  Rd = penerimaan non migas
§  Gf + Gd = Rf + Rd, menunjukkan anggaran berimbang
§  Gd – Rd = Rf – Gf, menunjukkan defisit anggaran Dn (Gd – Rd) sama atau ditutup dengan surplus (Rf – Gf) anggaran LN
§  G – Gf = pengeluaran netto domestik
§  R – Rf = penerimaan netto domestic

·         Defisit Anggaran DN (gd – Rd) dalam rupiah dibiayai dengan surplus anggaran Ln (rf – Gf) dalam valuta asing, penukaran semacam ini akan menambah jumlah uang beredar (melalui penambahan base money atau uang primer) jika devisa tadi dibeli langsung oleh Bank Indonesia ataupun bank komersial dengan menciptakan uang giral (Anwar Nasution, 1995).

1.      d. Defisit Moneter Indonesia

·         Konsep ini banyak digunakan dikalangan pejabat-pejabat keuangan dan perbankan Indonesia terutama angka-angka yang mengukur defisit anggaran belanja ini diterbitkan oleh Bank Idnoensia (sebagai data mengenai “faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah uang beredar”). Menurut definisi ini, defisit dikur sebagai posisi bersih (netto) pemerintah terhadap sektor perbankan :
G – T – Gf – Gb Karena Bn = 0 (saat itu)

·         Di dalam konsep ini bantuan luar negeri dianggap sebagai penerimaan, diperlakukan sebagai pos yang tidak mempengaruhi posisi bersih. Bantuan luar negeri tidak dilihat fungsinya sebagai sumber dana bagi kekurangan pembiayaan pemerintah, tetapi sebagai pos pengeluaran yang langsung dikaitkan dengan sumber pembiayaannya. (Anne Booth dan Peter McCawley, 1990).

Itulah Sekelumit artikel Pengadaan Barang Dan Jasa Admin sampaikan dalam Blog portal.blogspot.COM. Admin Blog Portal PBJ Juga salam persahabatan kepada sobat yang telah membaca Dampak APBN terhadap Perekonomian.

Advertisiment
Share :
Semoga artikel Dampak APBN terhadap Perekonomian Bisa Bermanfaat. Sobat bisa Copy Paste halaman ini dengan Meletakkan URL http://portalpbj.blogspot.com/2013/07/dampak-apbn-terhadap-perekonomian.html Sebagai sumber Resmi.

0 comments:

Poskan Komentar

Pengadaan Barang dan Jasa Copyright © 2013 - 2014: